![]() |
| 3.777 Janda Kabupaten Gresik (21 Pebruari 2015) |
"Yang dari pribumi asli Gresik tidak mencapai 2 persennya dari jumlah janda yang terdata di kantor saya," terang Khusaini, kemarin (19 Pebruari 2015).
Banyaknya jumlah janda di Kota Santri, karena Gresik menjadi jujukan warga dari luar Gresik untuk bekerja utamanya berasal dari wilayah berpenghasilan minus.
"Gresik adalah kota industri, perputaran ekonomi lebih menjanjikan, sehingga banyak masyarakat (pasutri) dari daerah minus kemudian eksodus mencari kerja di Gresik untuk memperbaiki ekonomi mereka," ungkap Khusaini.
Misalnya dari Rembang Jawa Tengah. Tapi adapula yang berasal dari Bojonegoro, Tuban, Jember atau Banyuwangi serta Madura.
"Gresik memang Kota Industri, mereka memilih jadi buruh pabrik maupun profesi lain, karena mereka di desa sudah tidak mau bercocok tanam," katanya.
Mantan Camat Kebomas ini kemudian mencontohkan salah satu kasus yang kerap terjadi pada para janda. Di antaranya, setelah keadaan ekonomi mereka (pasutri) membaik, dan berkecukupan, kebanyakan pasutri bercerai dengan berbagai alasan.
"Merantau Gresik awalnya kontrak atau indekos. Tetapi dalam perjalanan seiring dengan perbaikan ekonomi mereka, hidup enak. Kemudian tidak jarang istrinya ditinggal karena (sang suami) mempunyai perempuan lain, kadang kecantol perempuan warung atau sebaliknya isteri terlibat selingkuh dengan pria lain yang dianggap lebih mapan dari suaminya. Dan kasus lainnya meninggal dunia," jelasnya
Ditambahkan Khusaini, jumlah janda itu memasuki tahun 2015 ini memang masih terus diperbarui.
Khusus untuk para janda miskin, Pemerintah Gresik melalui Bagian Kesra memberikan santunan bersamaan dengan santunan anak yatim piatu setiap tahunnya. Para janda miskin diberikan bantuan Rp 200 ribu per tahun.
"Itu bantuan yang dari program Kesra, tetapi dari Dinas Sosial mungkin lebih banyak. Janda mampu atau kaya tidak masuk dalam hitungan kita, sebab yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah janda miskin atau anak yatim miskin. Kalau janda kaya kita tidak pernah menghitung, kemungkinan kalau dihitung jumlahnya bisa dua kali lipat dari jumlah sekarang," pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Karangturi Kota Gresik mengatakan, jumlah janda dikelurahanya mencapai 123 janda. Dan rata rata mereka memiliki anak satu sampai dengan empat anak.
"Kemungkinan di kelurahan saya yang paling banyak jumlahnya," katanya
Ia mengaku selalu mendata jumlah janda miskin dan anak yatim untuk diserahkan ke Pemkab Gresik agar mendapatkan bantuan.
Sumber: Beritametro (uki)
Editor: Tim Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar