Selasa, 29 September 2015

Bupati Gresik Nobar Film G 30 S-PKI Bersama Pelajar

Bupati Gresik Nobar Film G 30 S-PKI Bersama Pelajar
BGC - Hot News Rabu, 07 September 2015 adalah tentang Bupati Gresik Nobar Film G 30 S-PKI Bersama Pelajar, simak berita selengkapnya berikut ini:

Setelah resmi tiga hari menjabat sebagai Pjs Bupati Gresik. Akmal Budianto meluangkan waktunya nonton bersama (Nobar), film G 30 S-PKI dengan para pelajar di GOR Tridharma Petrokimia Gresik. Selain dihadiri pelajar, pemutaran film yang sempat tidak beredar selama 10 tahun ini juga dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Arm Hendro Setyohadi dan beberapa Muspida Gresik.

Pemutaran film berdurasi 2 jam lebih itu, dalam rangka mengantisipasi bahaya laten komunis PKI untuk menyelamatkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebelum pemutaran film 30 S-PKI, terlebih dulu diawali dengan pengarahan dari Letkol Arm Hendro Setyohadi. Bahkan, beberapa pelajar yang belum pernah melihat tersebut dilimuti rasa tegang.

"Saya sengaja mengajak nobar film kekejaman PKI sekaligus memberikan pemahaman dan mencermati bagaimana strategi yang dilakukan para partisipan PKI. Dalam menyusup di tengah-tengah pelajar mapun pemuda," ujarnya, Rabu (30 September 2015).

Ia menambahkan, metode penyusupan yang dilakukan PKI sekarang berbeda dengan jaman dulu. Jaman sekarang mereka menyusup melalui pergaulan melalui tanda gambar palu arit berwarna merah.

"Kasus yang terbaru ada kasus pengibaran bendera PKI di masyarakat, juga ada kasus penyebaran atribut PKI, seperti kaos, striker, buku dan lain-lain. Bahkan, saat carnaval juga muncul gambar palu arit. Jika ada atribut bergambar palu arit, segera laporkan ke aparat terdekat," tutur Hendro Setyohadi.

Sementara itu Pjs Bupati Gresik Akmal Boedianto sangat mendukung kegiatan nobar film G 30 S-PKI.

"Ini sangat penting bagi pelajar sebagai pengingat peristiwa keji yang dikenal dengan Gerakan 30 september PKI. Demikian juga bagi para guru juga harus menonton film tersebut. Memang partai Komunis Indonesia (PKI) sudah bubar, namun pengikut dan fahamnya masih ada di sekitar kita, ini sangat berbahaya karena gerakan ini merupakan bahaya laten," pungkasnya.

Sumber: Berita Jatim (Deni Ali Setiono)

Editor: Tim Redaksi

Minggu, 06 September 2015

Pelajar Gresik Masih Ada yang Mengkonsumsi Narkoba Sebanyak 62 Anak

Pelajar Gresik Masih Ada yang Mengkonsumsi Narkoba
Pelajar Gresik Masih Ada yang Mengkonsumsi Narkoba
BGC - Hot News Rabu, 07 September 2015 adalah tentang Pelajar Gresik Masih Ada yang Mengkonsumsi Narkoba Sebanyak 62 Anak, simak berita selengkapnya berikut ini:

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, khususnya Kabupaten Gresik, semakin memprihatinkan. Berdasarkan data Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik, jumlah pelajar yang mengkonsumsi narkoba aktif kendati hanya jenis pil koplo mencapai 62 orang selama 2015.

Diprediksi jumlahnya bisa meningkat lagi jika tidak segera diantisipasi. 

"Pengguna narkoba dari pelajar meskipun sifatnya bukan high class, atau pengkonsumsi pil koplo cukup tinggi. Untuk itu, sebagai antisipasinya peran serta orang tua maupun guru harus dikedepankan," kata Ketua BNNK Gresik.

AKBP Agustianto di sela-sela Aksi Sekolah Bersih Narkoba 2015 di GOR Tri Dharma Petrokimia, Sabtu (5 September 2015). Disebutkan Agustianto, selain mengkedepan peran serta orang tua dan guru, BNNK Gresik juga telah membentuk satgas di tiap desa guna mengantisipasi maraknya peredaran narkoba di desa-desa.

"Untuk yang di sekolah-sekolah BNNK Gresik sudah melakukan sosialisasi melalui aksi sekolah bersih narkoba. Langkah ini diambil agar para pelajar menjauhi bahaya narkoba. Sedangkan di tingkat desa nantinya satgas yang telah dibentuk diharapkan bisa melakukan sosialisasi yang sama," ujarnya.

BNNK Gresik lanjut Agustianto, juga berupaya merehabilitasi para penyalahguna narkoba agar bisa pulih seperti sedia kala. Hal ini menurutnya untuk mengantisipasi semakin tingginya penyalahgunaan narkoba.

"Ada 170 orang telah menjalani rehabilitasi. Dari jumlah itu, didominasi masyarakat umum. Sedangkan kalangan pelajar hanya 5 persen," paparnya.

Saat ditanya pola peredaran narkoba di daerah Gresik. Dijelaskan Agustianto, pola masuknya berasal dari luar. Untuk itu, BNNK Gresik terus berupaya memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Gresik dan sekitarnya.

"Diperlukan kepedulian, kepekaan serta dukungan para pelajar, orang tua, dan guru. Sebab, mencegah penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba di tanah air tidak semudah seperti membalikan telapak tangan," pungkasnya. 

Sumber: Berita Jatim (Dny)

Editor: Tim Redaksi