Sabtu, 31 Oktober 2015

Gresik dan Malang Sore ini Diperkirakan Hujan

Blogger Gresik Community
Gresik dan Malang Sore ini Diperkirakan Hujan
BGC - Hot News Sabtu, (31 Oktober 2015) tentang Gresik dan Malang Sore ini Diperkirakan Hujan, simak berita selengkapnya berikut ini:

Ini menjadi tanda alam yang menggembirakan jika benar-benar terjadi. Diperkirakan, sore nanti pukul 16.00, sejumlah wilayah di Jatim sudah mulai diguyur hujan. Meski skala hujan ini masih tergolong ringan. Apakah ini pertanda kemarau mulai berakhir.

Belum ada yang tahu pasti. Yang jelas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi bahwa akan terjadi hujan sesaat di Bangkalan dan Bondowso bagian selatan. Hujan sesaat itu juga akan meluas hingga Probolinggo bagian selatan. Kemudian merembet Gresik bagian utara, Kediri bagian timur, dan Malang bagian barat.

"Ada potensi hujan itu berskala sedang. Angin kencang sesaat sampai petir," kata Taufik Hermawan, salah satu petugas BMKG Juanda.

Hujan di daerah-daerah itu belum bisa disebut awal musim hujan. Ini semacam huja pramusim. Hujan itu terjadi di beberapa wilayah yang lokasinya berada di perbukitan dan daerah yang berdekatan dengan lembah.

Sementara itu, musim kemarau baru akan berakhir sekitar sebulan lagi. Diperkirakan akhir november baru akan masuk musik hujan. Diprediksi, awal Desember mulai ada hujan.

Sumber: Tribunnews (Nuraini Faiq)

Editor: Tim Redaksi

SMA NU 1 Gresik Meraih Juara 1 Perpustakaan Tingkat Nasional

Blogger Gresik Community
SMA NU 1 Gresik Meraih Juara 1 Perpustakaan Tingkat Nasional
BGC - Pendidikan (Sabtu, 07 September 2015) tentang SMA NU 1 Gresik Meraih Juara 1 Perpustakaan Tingkat Nasional, simak berita selengkapnya berikut ini:

SMA Nahdlatul Ulama (NU) 1, Gresik meraih prestasi terbaik nasional perpustakaan tingkat nasional. Ketua Perpustakaan SMANU 1 Gresik, Kris Aji W, menerima langsung piala dan piagam sertifikat juara Perpustakaan terbaik nasional tingkat SMA dari Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih di gedung Smessco, Jakarta.

Menurut Kris Aji, kemenangan Perpustakaan SMA NU I Gresik melalui perjuangan panjang. Mulai juara perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya mewakili Provinsi Jawa Timur pada penilaian tingkat nasional.

"Dalam akhir penilaian tingkat Nasional, SMANU 1 Gresik mengungguli 10 besar nominator. Sebelumnya dipilih 34 Provinsi se-Indonesia, SMA NU 1 Gresik mewakili Provinsi Jawa Timur," kata Kris Aji, dengan didampingi Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono.

Sedang Kepala SMA NU 1 Gresik Nasihudin menuturkan rahasia juaranya adalah pengelolaan perpustakaan di sekolahnya disesuaikan dengan selera anak muda.

“Kami punya tim kreatif yang setiap saat selalu mengupdate isi perpustakaan. Baik penataan buku-buku maupun interior ruangan. Sehingga para siswa termotivasi dan tidak bosan datang ke perpustakaan,” kata Nasihudin.

Selain jumlah buku yang mencapai ribuan, perpustakaan SMA NU 1 Gresik ditata secara artistik.

Sumber: Tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

UISI Gresik Mengokohkan Identitasnya Sebagai Universitas Berbasis Korporasi

Blogger Gresik Community
UISI Mengokohkan Identitasnya Sebagai Universitas Berbasis Korporasi 
BGC - Pendidikan (Sabtu, 07 September 2015) tentang UISI Gresik Mengokohkan Identitasnya Sebagai Universitas Berbasis Korporasi, simak berita selengkapnya berikut ini:

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang diinisiasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengokohkan identitasnya sebagai universitas berbasis korporasi dengan melakukan kerjasama di bidang pendidikan dengan 18 industri di Gresik dan sekitarnya, di Kampus UISI.

Ke-18 perusahaan itu adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa. Selanjutnya Thang Long Cement Joint Stock Company, PT Swabina Gatra, PT SGG Prima Beton, dan PT Konsulta. Kemudian PT Varia Usaha Beton, PT United Tractors Semen Gresik (UTSG), PT SGG Energi Prima, dan PT. SwadayaGraha.

Di samping itu PT KawasanIndustri Gresik (KIG), PT. WaruAbadi, PT. CiptaNirmala, Dana Pensiun Semen Gresik (DPSG), PT. Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) dan Terminal Teluk Lamong. Direktur Pengembangan dan Kerjasama UISI, Andhika Eko Prasetyo mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah peringatan Sumpah Pemuda sekaligus membangun kerjasama antara pemerintah dan perusahaan dengan UISI.

Selain itu, acara ini juga untuk memperkenalkan UISI ke dunia industri di Gresik. Ke depannya, UISI tak menutup kesempatan untuk bekerjasama dengan pemerintah dan industri di luar Gresik, seperti dengan Yayasan Semen Tonasa, Yayasan Semen Padang, dan Pemerintah Propinsi Papua.

"Hasil dari kegiatan ini adalah MoU dan akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA). Secara umum, kerjasama di bidang penidikan ini meliputi: pengajaran, pengabdian, dan penelitian," ujar Andhika.

Ditambahkan, UISI yang lahir dari korporasi, tentu tak bisa lepas dari dunia industri. UISI mencanangkan program live laboratory dalam program pendidikannya. Sarana yang dimiliki oleh instansi pemerintah dan industri digunakan sebagai live laboratory untuk belajar sekaligus merasakan dunia kerja yang sesungguhnya.

Praktisi juga diajak untuk mengisi matakuliah di UISI. Sebaliknya, pihak UISI akan menyediakan sumber daya manusia untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi di instansi pemerintah dan industri.


Sumber: Tribunnews (
Adi Agus Santoso)

Editor: Tim Redaksi

Guru Harus Siap Uji Kompetensi

Blogger Gresik Community
Guru Harus Siap Uji Kompetensi
BGC - Pendidikan (Sabtu, 07 September 2015) tentang Guru Harus Siap Uji Kompetensi, simak berita selengkapnya berikut ini:

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan mengingatkan, Uji Kompetensi Guru (UKG) harus dijalani dengan maksimal. Sejak dini, para guru harus mempersiapkannya. Dindik Surabaya sudah mulai menggadakan pelatihan terkait itu. Pada tahap pertama, pelatihan sudah digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pelatihan sudah dilakukan pada sebagian guru mata pelajaran Ujian Nasional (Unas).

"Pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap. Satu tahun kami targetkan 30.000-an guru sudah ikuti pelatihan semua," ungkapnya, dalam saat menjadi pembicara dalam Seminar Pencerahan Kesiapan Guru dan Siswa SMK PGRI 13 Surabaya dalam Menghadapi MEA dan Kesiapan Guru dalam Menghadapi Uji Kompetensi Guru (UKG).


Kepala SMK PGRI 13 Surabaya menjelaskan, tujuan digelarnya kegiatan itu adalah untuk memberi pencerahan pada guru dan siswa. Pesertanya yakni puluhan guru beberapa SMK PGRI di Surabaya dan 200-an siswa SMK tersebut. Dengan seminar itu, para siswa dan guru dan diharapkan ingat soal persaingan MEA. Mereka juga diharapkan mendapat kiat-kiat dalam seminar itu.

"Bagi guru, agar mereka siap soal UKG. Banyak pelatihan yang disiapkan, tapi belum semua guru tahu. Bagi siswa, agar mereka ingat bahwa MEA itu peluang sekaligus ancaman. Mereka harus menyiapkan sejak dini," ungkapnya.


Sumber: Tribunnews (Aflahul Abidin)

Editor: Tim Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2015

Mantan Timnas Widodo Cahyono Putra (WCP) pasti akan melatih Persegres Gresik United

Blogger Gresik Community
WCP pasti akan melatih Persegres Gresik United
BGC (Olahraga) - Berita Olahraga BGC Kamis, 29 Oktober 2015 kali ini adalah tentang Gresik United Ingin Bisnis Kembali Berputar, simak berita selengkapnya berikut ini:

Mantan Pemain Timnas Widodo Cahyono Putra (WCP) hampir pasti akan melatih Persegres Gresik United setelah pertemuan Rabu (28 Oktober 2015) malam.

"Pertemuan itu membahas berbagai hal, termasuk keikutsertaan Laskar Joko Samudro di Turnamen Piala Jenderal Sudirman. Semua hal dibahas bersama Widodo pada pertemuan itu," ujar Manajer Persegres Gresik United, Bagoes Cahyo Yuwono.

Dijelaskan, manajemen membeberkan tentang rencana merekrut pelatih baru, termasuk kemungkinan menggaet Widodo. 

"Dari pertemuan itu, manajemen sudah mendekati deal dengan Widodo," ujarnya.

Namun pihaknya perlu membahas lebih detil dengan top manajemen untuk segera memastikan Widodo melatih Laskar Joko Samudro dalam waktu dekat ini.

"Tunggu kabar berikutnya. Yang pasti, kami tertarik dengan Widodo karena selain pernah melatih Persegres, dia juga punya wawasan sepakbola yang bagus," pungkasnya.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sudharma Adi)

Editor: Tim Redaksi

Universitas Se-Indonesia Kekurangan 47.000 Tenaga Dosen S-2

Blogger Gresik Community
Universitas Se-Indonesia Kekurangan 47.000 Tenaga Dosen S-2
BGC - Hot News Kamis, 29 Oktober 2015 adalah tentang Universitas Se-Indonesia Kekurangan 47.000 Tenaga Dosen S-2, simak berita selengkapnya berikut ini:

Krisis dosen tengah terjadi. Setidaknya jumlah dosen yang lulus strata dua di Indonesia masih kurang sekitar 47.000 orang. Kekurangan paling banyak ada pada program studi kesehatan, antara lain, kebidanan dan keperawatan. Selain itu, pada prodi akuntansi, manageman, dan sains.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko dalam seminar Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi di Universitas Ciputra. Krisis tenaga pengajar universitas itu berakibat pada jumlah rasio dosen mahasiswa tak terpenuhi.

“Kekurangan dosen lulusan S-2 karena program studi S-2 untuk jurusan itu memang sangat sedikit atau bahkan tidak ada,” katanya.

Padahal, lanjutnya, jumlah peminat yang ingin melanjutkan studi agar bisa menjadi dosen cukup besar. Hambatan itu muncul karena persyarat pendirian prodi mencantumkan syarat minimal prodi mempunyai enam doktor. Menurut Budi, syarat tersebut cukup sulit dipenuhi. Pasalnya, jumlah doktor untuk jurusan tertentu di perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta (PTS) terbatas. Akibatnya, pemenuhan syarat jadi terkendala.

“Solusinya pemerintah harus mengubah persyaratan. Misalnya, jumlah doktor enam bisa berasal dari doktor pinjaman. Itu lebih meringankan,” ungkap dia.

Budi mengaku belum menghitung secara riil jumlah prodi S-2 yang diperlukan untuk mengatasi krisis dosen tersebut. Perhitungan kasarnya, lanjut Budi, bisa dengan membagi 47.000 dengan 30. Angka 30 berasal dari asumsi jumlah lulusan satu prodi dalam per tahun. Tanpa menambahan prodi S-2, pencapaian target rasio 1:35 dan 1:40 akan sulit terealisasi.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Aflahul Abidin)

Editor: Tim Redaksi

Ibu Bawa LSM Laporkan ke DPRD Karena Motor Diambil Paksa

Blogger Gresik Community
Ibu Bawa LSM Laporkan ke DPRD Karena Motor Diambil Paksa
BGC - Hot News Kamis, 29 Oktober 2015 adalah tentang Ibu Bawa LSM Laporkan ke DPRD Karena Motor Diambil Paksa, simak berita selengkapnya berikut ini:

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia menggeruduk Gedung DPRD Gresik meminta motor yang ditarik debt collector dikembalikan. Kejadian tersebut menimpa Purwati 43 Tahun, warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik. Motor Yamaha Mio yang masih masa angsuran 16 kali diambil paksa debt collector di Jl Raya Sembayat. Motor tersebut ditrampas karena ngunggak dua bulan angsuran.

"Waktu itu sedang sama anak jalan-jalan membeli susu, tiba-tiba motor dirampas di jalan raya. Petugasnya bilang, jika mau mengambil, disuruh ambil ke kantor, sambil membawa uang angsuran 3 kali ditambah uang denda," kata Purwati.

Tetapi, lanjut Purwati, setelah sampai di Kantor dirinaya diminta uang Rp 5 juta baru boleh dibawa pulang dan administrasi cabutnya Rp 1,5 juta. Purwati sambil membawa anak usia empat tahun mengadukan hal ini kepada DPRD Gresik. Ibu tiga anak ini menggaku kecewa, sebab angsuran sudah 16 bulan dari jangka waktu 36 .

"Eman banget. Sudah 16 kali cicilan. Sudah separuh, dari waktu 3 tahun. Makanya saya bela seperti ini," imbuh ibu yang suaminya sopir di luar Pulau Jawa ini.

LSM Penjara Indonesia yang mendampingi Purwati membawa massa puluhan orang demo ke DPRD Gresik. Massa langsung ditemui Ketua Komisi D DPRD Gresik Ruspandi Sunaryo di ruang rapat pimpinan. Dalam pertemuan tersebut, LSM Penjara Indonesia menyampaikan bahwa pihak leasing telah mengiming-iming masyarakat dengan uang muka yang ringan antara Rp 500.000 sampai Rp 600.000/bulan. Angsuran juga murah, tapi setelah tidak mampu mengangsur dua kali, langsung ditarik oleh debt collector.

"Lebih baik dibicarakan dengan pengkredit. Daripada menarik secara paksa," kata Charif Anam, Sekretaris LSM LSM Penjara Indonesia.

Ketua Komisi D DPRD Gresik Ruspandi Sunaryo, yang menemui perwakilan massa LSM Penjara Indonesia mengatakan permasalahan kredit motor harus melibatkan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian, UKM serta badan penanaman modal dan perizinan (BPMP).

"Nanti usulan ini saya sampaikan ke Komisi A yang membidangi perizinan agar ditindak lanjuti," kata dia.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Senin, 26 Oktober 2015

KPG Gresik Demo Pungutan Liar

Demo
KPG Gresik Demo Pungutan Liar, Senin (26 Oktober 2015)
BGC - Hot News Senin, 26 Oktober 2015 adalah tentang KPG Gresik Demo Pungutan Liar, simak berita selengkapnya berikut ini:

Komite Pendidikan Gratis (KPG) dari unsur Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik bersama buruh dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kembali unjuk rasa ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Gresik untuk menghentikan dugaan pungutan liar (Pungli) di lembaga pendidikan negeri dan memberi bukti kuitansi kepada wali murid, Senin (26 Oktober 2015).

Koalisi mahasiswa, lsm dan buruh yang unjuk rasa di depan Kantor Dindik, Jl Arif Rahman Hakim, Gresik, dengan dikawal anggota Polres Gresik. Massa KPG langsung orasi menyampaikan temuan di lapangan bahwa masih ada sekolah negeri di Gresik yang nekat menarik iuran kepada wali murid dan tidak diberi bukti kuitansi.

Tarikan itu mulai pendaftaran siswa baru yang harus membeli seragam 5 pasang, seperti seragam putih, seragam batik bandeng, seragam khusus sekolah, seragam pramuka, seragam olah raga dan seragam rompi kotak-kotak. Belum lagi buku lembar kerja siswa (LKS), yang mengatas namakan Kelompok Kerja Guru (KKG). Belum lagi buku tulis yang sampulnya khusus masing-masing sekolah.

"Bagaimana wali murid bisa menolak paketan seragam dan buku yang disodorkan pihak sekolah. Setelah membayar tidak ada bukti kuitansi dan rincian harga. Sekolah sudah membodohi wali murid," kata Haris Shofwanul Faqih alias Bogel, Ketua PC PMII Gresik yang tergabung pada koalisi KPG.

Massa KPG juga menyerukan bahwa bobroknya mental guru-guru di sekolah negeri baik di bawah naungan Dindik dan Kementerian Agama (Kemenag). Sebab kasus dugaan pungli di lembaga pendidikan negeri sudah berlangsung bertahun-tahun tapi masyarakat tidak berani memberontak sebab kawatir anaknya dikucilkan dalam proses belajar mengajar.

Upaya desakan massa KPG yang unjuk rasa ke Dindik dan Kemenag Kabupaten Gresik juga tidak ada tindakan tegas untuk mengurangi pelaksanaan praktik-praktik pungli di sekolah negeri. Nota kesepakatan yang sudah dibuat dengan Dindik Kabupaten Gresik diantara pemasangan spanduk larangan pungli di masing-masing sekolah negeri untuk dipasang di pintu gerbang juga tidak dilaksanakan.

"Dinas pendidikan hanya bisa berjanji dan berjanji bahwa sudah ditindak lanjuti. Buktinya Pemkab Gresik tidak bertindak tegas," katanya.

Kekesalan massa KPG itu disebabkan, surat edaran yang dikeluarkan Kepala Dindik Kabupaten Gresik tidak dilaksanakan sekolah-sekolah negeri.

"Yang kita perjuangan dengan niat luhur agar pungli di lembaga pendidikan negeri dihentikan dan ada keterbukaan anggaran, tapi lembaran itu hanya masuk di saku saja, tidak pernah dilaksanakan," imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Agus Budiono, anggota KPG dari Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia-Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SPBI- Kasbi) Gresik, mengatakan bahwa, tidak salah dengan prilaku murit-murit di Gresik yang menjadi brutal, melakukan tindak kriminalitas dan korupsi sebab dari pendidikannya sudah mencontohkan prilaku koruptor.

"Maka sudah tidak ada etika di lembaga pendidikan sebab sudah rusak moral pendidik dengan melakukan pungli yang menghalalkan berbagai cara," kata Agus Budiono, yang juga Ketua SPBI- Kasbi Kabupaten Gresik.
Agusa juga menegaskan bahwa setiap sekolah negeri harus memberi bukti kuitansi sebab pihak sekolah sudah memberi seragam dan buku.

"Seragam dan buku diberikan tapi saat memberikan kuitansi tidak diberikan. Kami meminta Dindik untuk memberikan bukti kuitansi dan rincian kepada wali murid secara cuma-cuma tidak harus wali murid yang meminta," katanya.
Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi