Minggu, 28 Juni 2015

Bikers Menantang Maut di Bukit Hollywood Gresik

BGC - Hot News Minggu, 28 Juni 2015 adalah tentang Bikers Menantang Maut di Bukit Hollywood Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

Bikers Menantang Maut di Bukit Hollywood Gresik
Bikers Menantang Maut di Bukit Hollywood Gresik

Ratusan anggota komunitas trail ngabuburit atau menghabiskan waktu sore di bulan suci Ramadan dengan menantang maut di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Gresik. Mereka bermotor mulai Telaga Panjang sampai bukit Hollywood, Kecamatan Kebomas, Minggu (28 Juni 2015).

Komunitas trail yang menamakan sebagai Konjen alias Koncone Jenderal ini dipimpin langsung AKBP Anom Wibowo. Kegiatan itu dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-69 Bhayangkara. Sedikitnya 300 orang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Pasuruan, Gresik, Lamongan dan Bojonegoro ikut dalam kegiatan tersebut.

Menurut Anom Wibowo, acara komunitas trail diadakan di Gresik untuk membekali anggota dengan bikers tentang safety riding.

"Pembinaan masyarakat bikers juga terus dilakukan," kata Anom Wibowo yang juga anggota bikers.

Selain pembinaan safety riding, bikers juga diberi penyuluhan dari Badan Narkota Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik tentang bahaya narkoba.

"Bikers juga diajak meninggalkan narkoba. Semangat memberantas narkoba tidak hanya di kalangan atas tapi juga di kalangan bikers," imbuhnya.

Komunitas bikers memberikan santunan berupa paket kebutuhan pokok kepada janda-janda dan lansia.

"Ini sinergita antara Polisi, bikers dengan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Suyanto, salah satu biker asal Kecamatan Benjeng, Gresik, mengatakan, tim juga mengadakan baksos, silaturahim antarkomunitas trail.

"Lokasinya menantang sehingga keterampilan dan medan tidak boleh diremehkan. Harus kondisi dan menguasai medan," kata Suyanto yang akrap disapa Ambon Benjeng dari komunitas trail Bajak Laut.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Maling Curi Uang Santunan untuk Anak Yatim Sebesar Rp 5 Juta

BGC - Hot News Sabtu, 27 Juni 2015 adalah tentang Maling Curi Uang Santunan untuk Anak Yatim Sebesar Rp 5 Juta, simak berita selengkapnya berikut ini:

Maling Curi Uang Santunan untuk Anak Yatim
Ilustrasi Maling Curi Uang Santunan untuk Anak Yatim

Rumah Fatah Yasin 55 Tahun, warga Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu, Gresik, dibobol maling. Dia kehilangan uang Rp 5 juta untuk fakir miskin dan anak yatim serta sebuah ponsel saat ditinggal salat tarawih. Peristiwa itu terjadi Sabtu (27 Juni 2015) pukul 19.00 saat Fatah Yasin bersama keluarga salat Isya sekaligus terawih di masjid setempat.

Pukul 20.50, Yasin bersama keluarga pulang. Saat masuk rumah ada sesuatu yang mencurigakan, sejumlah amplop tercecer. Uang itu rencananya dibagikan kepada anak yatim piatu dan fakir miskin menjelang Lebaran nanti.

”Hanya amplop. Tapi, isinya tidak ada,” kata M Syafi'i, adik Fatah Yasin, yang juga Kepala Desa Bunderan, ketika dikonfirmasi wartawan.

Syafi'i menduga, pelaku masuk dari atap rumah bagian belakang sebab di atas ada tandon air, selanjutnya masuk kamar rumah kakaknya. Di dalam lemari kamar, pencuri mengambil uang ratusan ribu dalam amplop yang dipersiapkan untuk menyatuni anak yatim.

”Uang dalam amplop diambil satu per satu. Setelah dicari amplopnya ternyata dibuang di belakang rumah. Totalnya sekitar Rp 5 juta dan sebuah telepon,” katanya.

Kapolsek Sidayu AKP Wavek Arifin membenarkan ada kejadian tersebut tapi korban tidak lapor. "Tidak ada laporan warga," kata Wavek, kepada wartawan, Minggu (28 Juni 2015).

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2015

Pemuda Desa Geruduk Kades Karena Main Bola Terganggu Material Bangunan

Pemuda Desa Geruduk Kades Karena Main Bola Terganggu Material Bangunan
Pemuda Desa Geruduk Kades Karena Main Bola Terganggu
BGC - Hot News Sabtu, 27 Juni 2015 adalah tentang Pemuda Desa Geruduk Kades Karena Main Bola Terganggu Material Bangunan, simak berita selengkapnya berikut ini:

Karang Taruna Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, yang tergabung dalam Persatuan Sepak bola Pongangan (PSP) geruduk Kantor Desa karena di salah satu sudut lapangan digunakan proyek septic tank, Sabtu (27 Juni 2015). Mereka menuntut lapangan sepak bola bisa digunakan kegiatan sepak bola. Pasalnya adanya proyek saluran ipal berupa septic tank PSP lapangan tak bisa digaunakan sepak bola.

Abdul Wahab, Kepala Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, mengatakan untuk pengurukan lapangan menunggu proyek pelebaran Jl KH Syafi'i oleh Pemerintah Daerah, tapi kenyataannya pelebaran jalan dipindah ke Desa Suci, Kecamatan Manyar, karena sering banjir.

"Berhubung pelebaran jalan dipindahkan ke Desa Suci, maka pengurukan tidak bisa dilaksanakan," kata Abdul Wahab.

Munculnya protes pemuda Desa Pongangan dipicu bahan material proyek saptic tank yang berserakan di sekitar lapangan sehingga aktivitas sepak bola terganggu. Akhirnya dalam pertemuan antara Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa dan pemuda Desa Pongangan disepakati tiang gawang digeser ke selatan sampai terlaksana pengurukan dan pemerataan lapangan.

"Kita sama-sama membangun desa yang lebih baik untuk dirasakan. Kita harapkan, antara Pemerintah Desa, BPD dan pemuda harus bersatu, untuk memperbaiki desa. Silahkan jika ada masukkan, disampaikan," kata Abdul Wahab, Kades Pongangan.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)
Editor: Tim Redaksi

Jumat, 26 Juni 2015

Pengedar Sabu di Gresik Diringkus Aparat

BGC - Hot News Kamis, 25 Juni 2015 adalah tentang Pengedar Sabu di Gresik Diringkus Aparat, simak berita selengkapnya berikut ini:

7 Orang Pengedar Sabu di Gresik Diringkus Aparat
Pengedar Sabu di Gresik Diringkus Aparat
Pengedar Sabu di Gresik Diringkus Aparat. Memasuki minggu kedua, bulan Ramadhan Polres Gresik telah berhasil meringkus 7 orang pengedar narkoba beserta setumpuk Barang Bukti yang telah diamankan. Kamis,(25 Juni 2015)



Ketujuh tersangka tersebut yaitu, SH, KH, IFN, ASM, SPY, MSF dan MFD. dari 7 (tujuh) tersangka yang ditangkap, terdapat 1 tersangka yang hukumannya cukup berat, dia adalah MFD, tersangka yang baru ditangkap di daerah Balungpanggang, karena kedapatan menyimpan sabu seberat 18,33 gram dirumahnya.

AKBP Ady Wibowo Kapolres Gresik menyampaikan bahwa total sabu-sabu yang berhasil diamankan sekitar 25,6 gram, kemudian barang bukti lainnya berupa uang sekitar Rp.15.000.000,-(lima belas juta), alat timbang, bong dan alat bukti lainnya, 

“keseluruhan bukti yang saat ini kita amankan berupa sabu seberat 25,6 gram, uang tunai sekitar Rp.15.000.000,-(lima belas juta) alat timbang, bong beserta barang bukti lainnya yang bisa langsung dilihat oleh temen-temen media,” jelasnya


Ditambahkannya, bahwa, “MDF” ini dalam seminggu berhasil mengedarkan barang haram tersebut antara 10-15 gram sabu, dengan meraup keuntungan mencapai 3-5 juta dalam seminggu. Selanjutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait bandar dan pengedar lainnya,

”untuk bandar dan pengedar lainnya, masih kami kembangkan,”pungkasnya

Sumber: gresik.co

Editor: Tim Redaksi

KH. Ahmad Dahlan Mengkoreksi Tahlilan

BGC (Religi) - Berita Religi BGC kali ini adalah tentang KH. Ahmad Dahlan Mengkoreksi Tahlilan Oleh KH. Ahmad Dahlan, simak berita selengkapnya berikut ini:

KH. Ahmad Dahlan Mengkoreksi Tahlilan
KH. Ahmad Dahlan Mengkoreksi Tahlilan

Persoalan khilafiyah khususnya hal furuiyah sebenarnya sudah bukan menjadi isu yang utama untuk dibicarakan kembali, namun kami redaksi "terpaksa" harus menurunkan ulang kembali tulisan tentang KH Ahmad Dahlan, mengingat belakangan banyak web - web yang mulai menyerang praktik ibadah warga muhammadiyah bahkan banyak akun - akun medsos yang membagikan tulisan web yang tidak jelas tersebut untuk membangun opini bahwa praktik ibadah warga muhammadiyah saat ini sudah berbeda dengan pendirinya KH. AHmad Dahlan.

Tentunya klaim sepihak itu sama sekali tidak benar Kiai Ahmad Dahlan adalah pelopor gerakan pemurnian islam di Indonesia, Kiai pun melakukan purifikasi praktik umat Islam. Sebagaimana ditegaskan salah satu muridnya bernama KR. H Hadjid bahwa Kiai Dahlan berhasil menghilangkan praktik-praktik umat yang tidak diajarkan al-Qur'an dan as-Sunnah.

Kiai memberantas selamatan waktu seorang ibu mengandung tujuh bulan, bacaan mauludan dengan memukul rebana ketika membaca "asyraqal badru" , shadaqah bernama surtanah saat orang meninggal, selamatan tiga hari, baca tahlil tiap malam ketika orang meninggal sampai 7 hari, selamatan 40 hari, 100 hari, setahun, seribu hari (nyewu), serta bacaan tahlil 70.000 untuk menebus dosa, haul (ulang tahun kematian) dengan membaca tahlil, perayaan 10 Asyura dan mengadakan padusan (mandi) serta pergi ke kuburan untuk kirim doa, upacara nishfu sya'ban dengan bacaan-bacaan yang tidak diajarkan as-Sunnah, bacaan-bacaan tahlil Qur'an untuk dihadiahkan kepada ahli kubur, mengadakan ziarah kubur pada bulan Sya'ban, membaca shalawat khusus tiap malam Jum'at dengan gunakan rebana, jimat yang dipakaikan kepada anak-anak, minta keselamatan kepada kuburan dan tawassul

Disamping praktik-praktik tersebut di atas, KHR Hadjid pun menyebutkan bahwa Kiai Dahlan mengoreksi praktik umat kala itu yang terbiasa tunaikan shalat qabliyah dua rakaat sebelum shalat Jumat serta adzan dua kali sebelum sahalat Jum'at (Hadjid, 2008 : 101).

Bahwa Kiai Dahlan pernah tunaikan shalat tarawih 23 rakaat, serta pernah tunaikan qunut dalam shalat Subuh sama sekali tidak mengurangi virus tajdid yang ditebarnya. Boleh jadi Kiai belum melihat alasan-alasan yang dipandangnya lebih kuat sebagaimana koreksinya terhadap praktek ibadah yang menyimpang untuk adzan Jumat dua kali, tahlilan, nisfu sya'ban, padusan, dan lain - lain.

Sepeninggal Kiai Dahlan Muhammadiyah terus berkembang ke berbagai daerah dengan penambahan anggota-anggotanya. Bersamaan dengan itu timbul diskusi di kalangan warga Persyarikatan mana di antara praktik ibadah yang dilakukan umat yang lebih mendekati kebenaran.

Dalam konteks historis seperti itulah Majelis Tarjih Muhammadiyah didirikan pada tahun 1927. Sejak saat itulah peran tajdid yang disemaikan Kiai Dahlan diambil alih oleh Majelis Tarjih yang ketua pertamanya KH. Mas Mansur. Sejak saat itu Majelis Tarjih, menghasilkan sekian produk hukum yang pada awalnya lebih banyak gunakan spirit tajdid dalam makna purifikasi. Salah satu produk hukum itu adalah tuntunan shalat malam di bulan Ramadhan yang lebih dikenal dengan shalat tarawih yang berjumlah 11 rakaat serta tuntunan untuk tidak tunaikan qunut pada shalat Subuh.

Demikianlah hingga saat ini Majelis Tarjih telah menghasilkan sekian banyak produk putusan serta fatwa yang umumnya dirujuk sebagai tuntunan warga Muhammadiyah serta kaum Muslimin. 

Sumber: sangpencerah.com

Editor: Tim Redaksi

Tetap Dalam Jiwa - Isyana Sarasvati

BGC (Lirik) Akan hadirkan lirik lagu yang sangat populer dari penyanyi Isyana Sarasvati yang berjudul "Tetap Dalam Jiwa":

Lirik "Tetap Dalam Jiwa" dari Sarasvati ini dipublikasikan pada tanggal 11 Mei 2015 oleh Cosa Aranda. Lagu ini masih berupa single yang didistribusikan oleh label Sony Music.

Lirik Lagu Tetap Dalam Jiwa - Isyana Sarasvati
Lirik Lagu Tetap Dalam Jiwa - Isyana Sarasvati

TETAP DALAM JIWA
Oleh: Isyana Sarasvati



Tak pernah terbayang
akan jadi seperti ini pada akhirnya
semua waktu yang pernah kita lewati bersama
nyata hilang dan sirna

Hitam putih berlalu, janji kita menunggu
tapi kita tak mampu
seribu satu cara kita lewati
tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya
kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan
dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya
kau kan tetap ada di dalam jiwa

Memang tak mudah tapi ku tegar
menjalani kosongnya hati
buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
dan simpan tuk jadi history

Hitam putih berlalu, janji kita menunggu, tapi kita tak mampu
seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (ooooh oooo)

Bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa


Editor: Tim Redaksi BGC

Perpustakaan Digital SMA NU 1 Gresik Bangkitkan Minat Baca

BGC - Hot News Jum'at, 26 Juni 2015 adalah tentang Perpustakaan Digital SMA NU 1 Gresik Bangkitkan Minat Baca, simak berita selengkapnya berikut ini:

Buku sebagai jendela dunia menjadi perhatian khusus SMA NU 1 Gresik untuk menarik minat baca siswa-siswinya. Perpustakaan yang semula layanannya manual itu kini diubah menjadi serba digital. Perpustakaan yang diberi nama 'Kebun Buku Library' itu tertata rapi dan sejuk. Beberapa layar komputer tersedia di sana, Jumat (26 Juni 2015).

Perpustakaan Digital SMA NU 1 Gresik Bangkitkan Minat Baca
Perpustakaan Digital SMA NU 1 Gresik Bangkitkan Minat Baca

Pemberian nama Kebun Buku Library ini untuk memberikan inspirasi kepada siswa-siswi agar kemar membaca buku sebab perkembangan teknologi berdampak pada banyak siswa yang malas membaca buku. Selama ini nama perpustakaan sering disesuaikan dengan nama sekolahnya. Misalnya Perpustakaan SMA Gresik, Perpustakaan SD Gresik, dengan nama ‘Kebun Buku Library’ atau Perpustakaan Kebun Buku ini bisa menjadikan inspirasi bagi guru dan siswa yang ada di SMA NU 1 Gresik. Adanya perpustakaan digital bisa memudahkan siswa untuk mencari buku yang akan dicari sehingga lebih menarik minat baca siswa.

"Siswa cukup menggesekkan kartu untuk meminjam buku. Nanti akan terlihat di komputer data siswa dan buku yang sudah dipinjam dan yang akan dipinjam," kata Kris Aji AW, guru sekaligus pengelola 'Kebun Buku Library' SMA NU 1 Gresik.

Selain memudahkan siswa untuk mencari buku, ruang ‘Kebun Buku Library’ juga ditata dengan rapi dan terlihat sejuk karena dilengkapi dengan pendingan ruang, sehingga anak-anak betah di perpustaan. Mulai penataan rak bukunya, tempat membaca dan ada juga buku digital.

“Kami memberi tempat yang nyaman, sejuk dan menyenangkan agar siswa betah serta gemar membaca. Sebab sesuai kata mutiara buku sebagai jendela dunia. Jadi dari membaca siswa bisa membuat karya ilmiah, mengetahui sejarah dan menggapai cita-cita,” katanya.

Sementara, Ramlan Manumpak Purba Kasubid Sumber Daya Manusia (SDM) Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengatakan, perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap minat baca siswa sehingga inovasi perpustakaan sangat penting bagi lembaga pendidikan. Dengan inovasi ruangan bisa membuat siswa betah membaca buku. 

“Banyak bahan bacaan di internet yang bisa menjadi acuan siswa dan masyarakat tapi sumber di internet terkadang tidak ada referensinya sehingga buku yang sudah ada penerbit dan referensinya ini menjadi penting untuk dibaca siswa," kata Purba, sapaan Ramlan Manumpak Purba saat meninjau perpustaakaan SMA NU 1 Gresik, Jl Raden Santri.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Kamis, 25 Juni 2015

Aktivis PMII Menolak Berdirinya Toko Modern di Gresik

BGC - Hot News Kamis, 25 Juni 2015 adalah tentang Aktivis PMII Menolak Berdirinya Toko Modern di Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

Aktivis PMII Menolak Berdirinya Toko Modern di Gresik
Aktivis PMII Menolak Berdirinya Toko Modern di Gresik

Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggalang tanda tangan untuk menolak berdirinya toko modern di Gresik, Kamis (25 Juni 2015). Mereka menilai, minimarket atau toko modern akan membunuh toko perancangan dan pasar tradisional.

Puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) swasta ini membeber spanduk putih untuk meminta masyarakat umum membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap toko modern di Gresik.

“Aksi PMII ini untuk menggalang massa bersama masyarakat untuk menolak toko modern di Gresik,” kata Devi Laraswati, aktvisi PMII Gresik.

Sesuai data di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sudah ada 151 unit toko modern berbagai nama, seperti Alfamidi, Alfamart dan Indomart. Toko-toko itu tersebar di di 16 kecamatan di Gresik, sedangkan di dua kecamatan di Pulau Bawean tidak ada toko modern. Itu berarti rata-rata ada 9 sampai 10 toko modern di tiap kecamatan wilayah Gresik. Jika di tiap kecamatan ada 20 desa, sedikitnya setiap dua desa sudah ada toko modern.

“Apa pedagang pracangan atau kelontong akan dimusnahkan secara berlahan-lahan oleh Pemerintah? Tidak ada perlindungan dari pemerintah yang mempunyai kebijakan dan pengawasan. Kemana pemimpin dan wakil rakyat bekerja? Sekitar Alun-alun Gresik saja ada 4 toko modern, padahal dekat rumah dinas Bupati, Kantor DPRD dan rumah dinas Wakil Bupati,” kata Budi Arianto, koordinator unjuk rasa.

Aksi mahasiswa yang berlangsung damai ini tetap dikawal ketat aparat polisi. Walaupun hanya beberapa jam, aksi tersebut membuat perhatian masyarakat luas yang melintas di Jl Kapten Dulasem, dekat Perempatan Sentolang, Kecamatan Kebomas.

PMII Gresik juga menuntut pemerintah meningkatkan kualitas produk lokal dan UMKM, memerikan ruang produk lokal untuk memasarkan barang dagangan, melindungi rakyat dari monopoli kapital dan mengevaluasi kinerja Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) dan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM serta Satpol PP.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Rabu, 24 Juni 2015

Pemerkosaan Melati yang masih SMP Dipenjara Selama 15 tahun

Pemerkosaan Melati yang masih SMP Dipenjara Selama 15 tahun
Pemerkosaan Melati yang masih SMP Dipenjara Selama 15 tahun
BGC - Hot News Rabu, 24 Juni 2015 adalah tentang LSM Ecoton Mengharap Bupati Gresik Agar Mengadopsi Pohon Asam, simak berita selengkapnya berikut ini:

MR 25 th dan KY 22 th, warga Dusun Karang Liman, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kepulauan Mengare, Gresik, terancam hukuman maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar, Rabu (24 Juni 2015).

Kaki mereka terlihat gemetar saat mendengar ancaman hukuman yang dibacakan Kanit Pidum Polres Gresik Ipda Agung Joko Hariyono.

Kedua tersangka adalah pekerja pabrik mi instan. Mereka berbuat jahat terhadap Melati, bukan nama sebenarnya, yang masih umur 13 tahun dan duduk di bangku SMP.

"Sudah dua kali. Kapok, pak. Berat kerja di pabrik mie,” kata KY.

Pemerkosaan itu dilakukan secara terencana matang. Awalnya, mereka memasukkan minuman keras (miras) jenis arak putih ke dalam minuman instan. “Beli Rp 15.000 satu liternya,” akunya.

Kasat Reskrim Polres Gresi AKP Iwan Hari Poerwanto melalui Kanit Pidum Polres Gresik Ipda Agung Joko Hariyono, mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang tentang Perlindungan Anak tahun 2002.

Ancaman paling berat penjara 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” kata Agung.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

LSM Ecoton Mengharap Bupati Gresik Agar Mengadopsi Pohon Asam

LSM Ecoton Mengharap Bupati Gresik Agar Mengadopsi Pohon Asam
LSM Ecoton Mengharap Bupati Gresik Agar Mengadopsi Pohon Asam
BGC - Hot News Rabu, 24 Juni 2015 adalah tentang LSM Ecoton Mengharap Bupati Gresik Agar Mengadopsi Pohon Asam, simak berita selengkapnya berikut ini:

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) atau Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah mengirimkan surat ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Selasa (23 Juni 2015).

Surat dikirimkan langsung oleh Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi ke kantor Pemkab Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo. Kebetulan, saat itu ada rapat dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) terkait penambahan penebangan pohon hijau di bantaran Sungai Kali Surabaya.

“Tadi pagi saya antarkan surat permohonan bantuan kepada Pak Bupati Sambari. Isinya agar Pak Bupati menyumbangkan uang Rp 5 juta untuk satu buah pohon asam yang usianya sudah ratusan tahun,” kata Prigi, kepada Surya Online.

Lebih anjut, Prigi mengatakan bahwa ada 20 pohon asam yang harus dipindahkan agar tidak terdampak pelebaran jalan. Rapat diikuti beberapa pejabat dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, PT Adi Prima, PT Adhi Karya selaku kontraktor pelebaran jalan, PT Platinum, PT Arwana, dan PT Mount Dream Indonesia selaku perusahaan di Jl Raya Wringinanom serta beberapa Kepala Desa se-Kecamatan Wringianom. Keputusannya, jumlah pohon asam yang akan dipindahkan berdiameter 80 sampai 100 sentimeter ada 40 buah.

“Sesegera mungkin untuk dipindahkan,” kata Hendri, melalui pesan singkat telepon selulernya.

Sementara itu, Kepala BLH Kabupaten Gresik Sumarno mengatakan bahwa BLH sangat sedih jika ada pemotongan pohon penghijauan.

Pak Bupati sangat menyayangi pohon penghijauan di tepi jalan. Tapi permasalahannya, sekarang ini BLH tidak mempunyai anggaran untuk memindahkan pohon asam tersbut,” kata Sumarno.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan belum mengetahui adanya surat yang masuk ke Bupati Gresik perihal pengadopsian pohon asam yang terdampak pelebaran Jl Raya Wringinanom. 

“Belum tahu nanti saya cek dulu,” kata Suyono.


20 pohon akan dimusnahkan dengan ditebang sedangkan yang 20 lagi akan diadopsi. Dari 20 pohon itu, 10 pohon diadopsi oleh PT Adhi Karya selaku kontraktor pelebaran jalan dan yang 10 akan menjadi tanggung jawab perusaan dan masyarakat.

“Alangkah baiknya jika Pak Bupatinya ikut adopsi pohon asam karena bermanfaat untuk penghijauan dan sebagai pelindung ekologi alam,” katanya.

Sebelumnya, PT Adhi Karya selaku kontraktor pelebaran Jl Raya Wringinanom mengajukan 90 batang pohon untuk dipotong, sekarang ini ada penambahan lagi 330 pohon di bantaran Kali Surabaya akan dipotong untuk proyek pelebaran jalan.

“Pohon-pohon tersebut masih berusia kecil. Kami sangat memaklumi itu, tapi sebagai gantinya setiap pohon digantikan 2 buah pohon yang besarnya berdiameter 10 sentimeter,” kata Prigi.

Prigi sangat mengharapkan kepada Bupati Gresik agar mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Timur unutk menganggarkan dana pemindahan pohon asam.

“Pak Bupati bisa mengajukan surat ke Gubernur Jatim agar pemindahan pohon dianggarkan oleh Gubernur sebab jalan tersebut merupakan jalan provinsi,” katanya.

Hendri, humas PT Adhi Karya selaku kontraktor pelabaran Jl Raya Wringinanom mengatakan bahwa akan memindahkan pohon asam di tepi jalan dan di bantaran Kali Surabaya.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Jelang Lebaran Gresik Justru Gelar 51 Pilkades

BGC - Hot News Rabu, 24 Juni 2015 adalah tentang Jelang Lebaran Gresik Justru Gelar 51 Pilkades, simak berita selengkapnya berikut ini:

Jelang Lebaran Gresik Justru Gelar 51 Pilkades
Jelang Lebaran Gresik Justru Gelar 51 Pilkades

Menjelang Lebaran, tepatnya, 9 Agustus 2015, sebanyak 51 Desa bakal mengadakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto mengakui, sesuai rencana di APBD, sebenarnya Pilkades dianggarkan untuk 49 Desa. Tetapi dalam perjalanan waktu, ternyata ada tambahan dua desa lagi yang ikut Pilkades serentak.

"Kami masih akan koordinasikan keadaan ini kepada semua elemen, termasuk ke Jakarta, agar penambahan desa dalam pelaksanaan Pilkades ini tidak melanggar aturan. Bisa saja kami membagi biaya 49 Pilkades tersebut menjadi 51, namun hal itu kan tidak diperkenankan karena anggaran itu by name by address," ungkap Bupati Sambari saat rapat Forpimda di Ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (24 Juni 2015).

Tentang pelaksanaan Pilkades serentak ini, Sambari mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Bupati Nomer 23 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomer 12 Tahun 2015, tentang Pedoman Pencalonan Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Bupati mengingatkan agar seluruh unsur terkait untuk memperhatikan tahapan-tahapannya. Selain itu, panitia dilarang memungut biaya kepada masyarakat termasuk kepada calon.

"Semuanya dibiayai APBD dan Pikades serentak ini harus tuntas pada Agustus 2015," harap Bupati Sambari.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Adi Agus Santoso)

Editor: Tim Redaksi

Selasa, 23 Juni 2015

Tolak Iuran Lahan Makam Rp 657.000

Warga Perumahan Permata Graha Agung Tolak Iuran Lahan Makam
BGC - Hot News Selasa, 23 Juni 2015 adalah tentang Tolak Iuran Lahan Makam Rp 657.000, simak berita selengkapnya berikut ini:

Warga Perumahan Permata Graha Agung (PGA), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, protes ke pengembang, Selasa (23 Juni 2015). Pemicunya, mereka ditarik uang Rp 657.000 untuk pembelian lahan fasilitas umum (fasum) yang seharusnya sudah disiapkan pengembang,

Menurut warga, awalnya pengembang PGA akan menyediakan lahan makam sebagai fasum. Namun, Pemerintah Desa Pongangan akan menggabung lahan makam warga perumahan dengan dengan seluruh warga Desa Pongangan. Itu termasuk warga Perumahan Pongangan Indah (PPI) seluas 4.000 m2, PGA 1.200 m2, Perumahan Lawang 300 m2 dan Perumahan Mubarok 200 m2.

Total luas lahan makam tersebut 57.000 m2. Pemerintah Desa menghendaki luas lahan makam seluas 6.000 m2, masih kurang 300 m2. Itu sebabnya, Pemerintah Desa menarik seluruh warga Rp 675.000 per keluarga.

“Seharusnya warga PGA sudah bebas iuran untuk fasum makam tapi kenapa masih ada iuran Rp 675.000,” kata Dedy Setiono, warga PGA.
Akibat lambannya pembebasan lahan tersebut akhirnya sampai sekarang makam untuk Desa Pongangan yang baru belum juga ada.

“Desa Pongangan sudah punya lahan makam umum yang lama tapi ingin ikut lagi mengadakan lahan makam umum dengan membulatkan fasum makam menjadi 6.000 m2,” katanya.

Sementara, Suhardi, Ketua Tim pengadaan fasum makam umum mengatakan bahwa sampai saat ini lahan tersebut masih dirapatkan dengan keluarga dan ahli waris untuk dijual atau tidak.

Sedangkan untuk penambahan lahan itu sudah dirapatkan dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dan perwakilan dari masing-masing pengembang.

“Mengenai tarikan penambahan lahan makam ke warga PGA, saya tidak bisa melarang itu kewenangan Desa. Tugas saya hanya membangun perumahan dan menyediakan fasum. Seperti makam, taman dan penghijauan,” kata Suhardi, yang juga bagian dari manajemen PGA.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Iseng Merekam Tetangga Saat Mandi, Samsuri dikenakan Pasal berlapis

Iseng Merekam Tetangga Saat Mandi
ilustrasi
BGC - Hot News Selasa, 23 Juni 2015 adalah tentang Iseng Merekam Tetangga Saat Mandi, simak berita selengkapnya berikut ini:

Samsuri Hamzah Berusia 32 Thn, warga Desa Tumapel, Kecamatan Duduk Sampean, Gresik, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa (23 Juni 2015). Ia jadi terdakwa karena merekam pakai kamera telepon seluler pada tetangganya yang sedang mandi. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mansur mendakwa Samsuri melakukan perbuatan itu pada Senin 24 November 2014 pukul 09.30 WIB. Ia mendengar orang mandi di rumah tetangganya. Samsuri pun lantas menggunakan kursi plastik dan mengintai ke kamar mandi. Ia juga merekamnya.

Setelah sekitar dua menit merekam, korbannya melihat di lobang dinding ada sebuah ponsel yang sedang merekam.


Oleh korban langsung diambil, ternyata ponsel tersebut milik Samsuri. “Seketika itu juga korban berteriak dan didengar oleh warga lain,” kata Mansur saat membacakan kutipan surat dakwaan usai sidang.

Samsuri dikenakan Pasal berlapis yaitu Pasal 35 dan pasal 29 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Sidang lanjutan dengan keterangan saksi dilanjutkan pekan depan yang diketuai Majelis Hakim Djuanto.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Senin, 22 Juni 2015

Jumlah Toko di Gresik Berantakan

BGC - Hot News Kamis, 22 Juni 2015 adalah tentang Jumlah Toko di Gresik Berantakan, simak berita selengkapnya berikut ini:


Jumlah Toko di Gresik Berantakan
Jumlah Toko di Gresik Berantakan

Antara BPMP dan Satpol PP Berbeda Data, Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Gresik berbeda data soal toko modern berizin dan tak berizin, bahkan antara yang sudah lengkap dan yang tidak mengajukan izin sama sekali.

Jumlah toko modern seperti Indomart, Alfamart, Alfamidi menurut BPMP Gresik hanya 112 unit, sementara data di Satpol PP Gresik mencapai 151 unit. Ada selisih 39 unit. Pendataan Satpol PP setelah Panitia Khusus DPRD Gresik menyoroti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Gresik 2014. Banyaknya toko modern tersebut dikawatirkan akan mematikan pasar tradisional dan toko prancangan sebab jumlah toko modern semakin banyak karena lemahnya pengawasan dan jaraknya berdekatan.

"Pendataan secara bertahap, setiap kecamatan ada toko modern dikirim surat. Ya saya akui lambat, karena kekurangan tenaga untuk mendata sebab harus berhati-hati," kata Agung Endro, Kasi Operasional Satpol PP Kabupaten Gresik, Senin (22 Juni 2015).

Ternyata data dari pendatan tersebut ditemukan 151 unit toko modern berbagai nama. "Kami bersikap hati-hati, dengan melayangkan surat edaran sebagai peringatan pertama dan kedua. Dari pendataan tersebut ditemukan Alfamart 21 unit dan Indomart 5, belum ada izin sama sekali," imbuhnya.

Data lain yang berbeda antara BPMP dan Satpol PP yaitu di BPMP toko modern di Kecamatan Kebomas baru memiliki izin gangguan atau (Ho) tapi hasil penyelidikan di Satpol PP sudah lengkap. Begitu juga dengan toko modern di Jl Jawa Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) di data BPMP hanya memiliki Izin Penempatan Ruang (IPR) tapi di Satpol PP izin sudah lengkap.

“Dimungkinkan di BPMP hanya melayani pemohon izin, setelah izin lengkap ternyata tidak dilaporkan oleh pemohon ke BPMP. Padahal Satpol PP bekerja atas tembusan dari BPMP,” katanya.

Sementara, Farida Haznah Makruf, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Investasi BPMP Pemkab Gresik, mengatakan bahwa BPMP hanya melayani masyarakat yang mengajukan izin.

“Yang tidak mengajukan izin tapi sudah berdiri seharusnya tugas Kecamatan yang harus mendata. Kami sifatnya hanya melayani yang mengajukan izin, yang tidak mengajukan ya tidak tau kan?, kata Farida saat diunjuk rasa PMII Cabang Gresik untuk menertibkan maraknya toko modern.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Selasa, 09 Juni 2015

Tunjangan Profesi Guru PAI Cair Tetapi Harus Ganti Buku Tabungan

BGC - Hot News Kamis, 10 Juni 2015 adalah tentang Tunjangan Profesi Guru PAI Cair, simak berita selengkapnya berikut ini:

Pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk guru pendidikan Agama Islam (PAI), harus buat rekening bank lagi. Padahal rekening yang lama masih bisa digunakan. Banyak guru harus membuka rekening baru dengan biaya administrasi.

Tunjangan Profesi Guru PAI Cair

Menurut beberapa guru-guru PAI yang menerima TPP PAI tersebut sebelumnya sudah menggunakan rekening Bank Syariah Mandiri, kemudian diganti ke Bank Tabungan Negara (BTN). Pergantian buku tabungan ini memang tidak mengganggu besaran uang yang diterima para guru PAI yang jumlahnya mencapai 600 orang.

"Kenapa harus ganti rekening bank lagi, padahal rekening bank yang lama masih bisa digunakan," kata seorang guru PAI yang menerima TPP, Selasa (9 Juni 2015).

Pergantian buku rekening bank akan mematikan buku rekening yang lama sebab kebanyakan para guru tidak menabung di bank yang sudah tidak digunakan untuk pencairan TPP PAI. Jika memang tidak digunakan pencairan, uang di buku rekening yang lama yaitu di Bank Syariah Mandiri (BSM) akan habis untuk administrasi.

"Biasanya kan ada dana administrasi tabungan ditutup atau mengambil di anjungan tunai mandiri (ATM). Pasti masih menyisakan di ATM Rp 10.000 sampai Rp 50.000. Jika Rp 10.000 dikalikan 600 orang, sehingga uang guru PAI se-Kabupaten Gresik berjumlah Rp 6 juta hanya untuk administrasi bank," keluhnya.

Ia menambahkan, "Seharusnya pejabat Kementerian Agama Gresik bisa memahami ini, tidak hanya menyuruh membuka tabungan baru saat TPP akan cair."

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIs), Kemenag Gresik, A Hudaibi, mengatakan bahwa pembukaan rekening baru di BTN hanya untuk meringankan dan mempermudah pengambilan bagi guru-guru yang sudah usia lanjut. Misalnya, untuk pengambilan uang tunai, guru-guru PAI yang sudah usia lanjut tidak bisa mengambil di ATM Bank Syariah Mandiri karena jumlah ATM yang terbatas dan orangtua masih kesulitan mengambil uang di ATM.

"Jika kerjasama dengan BTN dan BTN sudah kerjasama dengan Kantor Pos yang tersebar di tingkat Desa dan Kecamatan untuk pencairan dana TPP PAI, sehingga banyak guru-guru yang sepakat untuk membuka rekening bank baru," kata Hudaibi.

Menurut Hudaibi, adanya pembukaan rekening baru ini juga menampung aspirasi para guru yang sudah tua.

"Sejak 2013 pengajuan buku rekening baru untuk pencairan TPP PAI. Memang resiko kebijakan baru ya seperti ini, ada yang pro dan kontra," katanya.

Untuk besarnya, uang TPP PAI, Hudaibi mengatakan bahwa jumlah uang yang diterima guru PAI berbeda-besa. Ada yang non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang setiap bulan menerima Rp 1,5 juta. Ada yang PNS golongan 4 sudah di atas Rp 3 juta. Apalagi pencairan ini berlangsung setiap 3 bulan sekali.

"Pengalian buku rekening bank yang baru ini tidak menyalahi aturan. Sudah persetujuan guru penerima TPP PAI. Anggaran ini dari pemerintah pusat," imbuhnya.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi