Kamis, 13 Agustus 2015

Lembur Untuk Peresmian Terminal

Lembur Untuk Peresmian Terminal
Lembur Untuk Peresmian Terminal
BGC - Hot News Rabu, 12 Agustus 2015 adalah tentang Lembur Untuk Peresmian Terminal, simak berita selengkapnya berikut ini:

Peresmian proyek terminal bus pariwisata religi di Pantai Lumpur, Jl RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, molor. Rencananya diresmikan Bupati Sambari Halim Radianto pada 27 Februari 2015, ternyata sampai Agustus proyek tersebut belum juga tuntas.

"Sesuai kontrak, proyek tambahan ini akan selesai bulan 10 atau bulan Oktober akhir," kata Sama Hadi, mandor pekerja proyek, Rabu (12 Agustus 2015).

Sekarang ini, para pekerja masih mengerjakan proyek fasilitas tambahan yaitu Musala, kios oleh-oleh khas Gresik, jembatan antar terminal, tugu pintu masuk dan keluar serta pos satpam.

Diharapkan, bisa diresmikan sebelum Bupati Sambari lengser dari jabatan 27 September. "Ini sudah mau diresmikan sebelum masa tugas Bupati pada 27 September. Terpaksa dipercepat dengan cara lembur. Tapi kami tidak bisa menjanjikan bisa selesai 100 persen," imbuhnya.

Nilai proyek tambahan untuk terminal bus wisata religi Syeh Maulana Malik Ibrahim itu senilai Rp 4 miliar lebih. "Banyak yang dikerjakan, mulai pengurukan, jembatan, Musala, dan kios-kios," katanya.

Namun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bambang Isdianto, tidak bisa dikonfirmasi baik melalui telepon seluler dan pesan singkatnya. Padahal, rencananya, Bupati Sambari saat bertemu Purwanto, GM Damri Cabang Surabaya, Rabu (21 Januari 2015), menginginkan bus mini dengan kursi sekitar 20 orang.

"Kami sepeser pun tidak menginginkan keuntungan dari operasional angkutan tersebut. Yang penting peziarah senang, tidak ada kemacetan dan kesemrawutan dan masyarakat semuanya senang dan sejahtera," ungkap Sambari kepada Purwanto.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Senin, 10 Agustus 2015

Habiskan Miliaran Rupiah Untuk Pembangunan Stadion dan Masjid

Habiskan Miliaran Rupiah Untuk Pembangunan Stadion dan Masjid
Habiskan Miliaran Rupiah Untuk Pembangunan Stadion dan Masjid
BGC - Hot News Senin, 10 Agustus 2015 adalah tentang Tewas Akibat Truk Di Kebomas Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

Proyek multiyears Stadion Bukit Lengis sudah habiskan Rp 230 miliar namun akan ditambah lagi untuk biaya pembangunan tempat ibadah berupa masjid. Selama ini, proyek tersebut sudah menambah anggaran Rp 40 miliar untuk sarana penunjang, seperti stan-stan dan tribun sebelah timur.

"Kami punya rencana besar yaitu membangun masjid di sekitar stadion dan fasilitas yang lain. Insyaallah tahun 2016 Masjid tersebut mulai dibangun. Selanjutnya pembangunan yang lain sampai berbentuk bulat,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Senin (10 Agustus 2015).

Sambari mengatakan hal itu usai rapat bersama tokoh Nahdaltul Ulama (NU), pengurus Muhammadiyah (MD), seniman, unsur olahragawan, KONI dan budayawan untuk memberi nama Stadion Bukit Lengis menjadi Gelora Joko Samudro'.

Menurut Sambari, pembangunan stadion bukit lengis di Jl Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, ini sudah dua pertiga dari total rencana keseluruhan yang rencananya bertaraf international.

“Secara keseluruhan Gelora Joko Samudro ini nantinya berbentuk bulat. Dari total rencana stadion yang berkapasitas 40 ribu penonton. Saat soft opening nanti sudah bisa menampung 23 ribu penonton," katanya.

Rencananya, stadion itu dibuka pada 9 September sebelum masa tugasnya berakhir 27 September 2015.

Selama ini, muncul beberapa usulan nama stadion, mulai dari Stadion Kanjeng Sunan Giri, Prabu Satmoto, Joko Samudro, Ainul Yakin, Raden Paku, Sunan Giri, Sultan Abdul Faqih, Gunung Lengis dan Gelora Joko Samudro.

Sambari dan Sekda Gresik M Najib memilih abstain dalam penentuan nama stadion bukit lengis menjadi Gelora Joko Samudro. “Saya memberi kesempatan kepada semua hadirin untuk menentukan nama stadion tersebut. Saya sepakat saja kepada suara terbanyak,” kata Sambari.

Seketika itu nama Gelora Joko Samudro disepakati oleh semua undangan yang hadir.

"Setelah keluar dari sini hendaknya tidak ada lagi pro dan kontra terkait nama tersebut," kata Sambari didampingi Wakil Bupati Mohamad Qosim.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Minggu, 09 Agustus 2015

Tewas Akibat Truk Di Kebomas Gresik

Tewas Akibat Truk Di Kebomas Gresik
Tewas Akibat Truk Di Kebomas Gresik
BGC - Hot News Minggu, 09 Agustus 2015 adalah tentang Tewas Akibat Truk Di Kebomas Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

Wardoko 22 Th, warga Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, meninggal dunia akibat membentur dump truk di Jl Veteran, Kelurahan Sidomoro, Kebomas, Gresik, Minggu (9 Agustus 2015). Kejadian tersebut bermula saat dump truk nopol L 9432 UB yang disopiri M Fajar Shodiq 39 Th, warga Jl Gunung Jati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang akan ke tempat parkir truk angkutan semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Truk tersebut melaju dari selatan menuju area parkir truk, tanpa memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah utara, truk langsung berbelok ke arah timur yaitu arah parkiran. Akibatnya, bodi kiri truk berbenturan dengan Wardoko yang mengendarai motor Yamaha Vixon Nopol AG 4426 XU.

Di belakang, Wardoko yang coba menghindar ternyata masih menabrak ban kiri belakang dump truck sehingga membentur motor Yamaha Vixon Nopol AE 6059 FF yang dikendarai Joni Pranagus Setiawan (23), warga Desa Pejaran, Kecamatan Saradan, Madiun.  Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut Wardoko dan Joni langsung dibawa ke RS Semen Gresik Jl RA Kartini, Kecamatan Kebomas.

Dalam perawatan di RS Semen Gresik Wardoko meninggal dunia kemudian langsung dibawa ke RSUD Ibnu Shina, Kabupaten Gresik. Sementara Joni hanya menjalani rawat jalan. Akibat kecelakaan tersebut sopir langsung sopir dump truk langsung dibawa ke Kantor Satlantas Polres Gresik Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

“Sopir kurang memperhatikan arah samping saat kiri dan tidak memberikan kesempatan roda dua. Karena jarak sudah dekat sehingga terjadi kecelakaan,” kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Happy Saputra, mellaui Kanit Laka, Ipda Jumingan.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Jumat, 07 Agustus 2015

Pengedar Sabu Medi Wardana Kembali di Tangkap Polres Gresik

Pengedar Sabu Medi Wardana Kembali di Tangkap Polres Gresik
Pengedar Sabu Medi Wardana Kembali di Tangkap Polres Gresik
BGC - Hot News Jum'at, 07 Agustus 2015 adalah tentang Anggota FKPPI Gresik Wajib Tes Urine, simak berita selengkapnya berikut ini:

Medi Wardana 37 Th, warga Dusun Kaliwot, Kecamatan Bungah, Gresik, kembali ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Gresik, Jumat (7 Agustus 2015). Ketika ditangkap, Medi sedang tertidur lelap usai menimbang sabu di kos-kosan, Dusun Jangkang Asri, Desa Leran, Kecamatan Manyar.

"Tersangka Medi ini baru keluar dari tahanan dua bulan kemarin, tepatnya bulan Mei. Dalam kasus yang sama, yaitu mengkonsumsi sabu-sabu. Sekarang ini ditangkap karena mengkonsumsi dan mengedarkan sabu-sabu," kata Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Chotib Widiyanto.

Terungkapnya pengguna sabu-sabu ini berasal dari informasi masyarakat bahwa mantan narapidana yaitu Medi tidak menyesali perbuatannya tapi semakin brutal dengan menjual sabu-sabu. Tidak tanggung-tanggung, barang bukti sabu yang akan dikirim kepada pemesan di Tuban berjumlah 1,76 gram seharga Rp 1,4 juta.

“Medi ditangkap saat terlelap tidur di kamar kos. Di sekitar tempatnya tertidur ada barang bukti sabu-sabu yang akan ditimbang kemudian dijual lagi,” imbuhnya.

Ketika ditangkap, Medi dan keluarganya termasuk dua anaknya tidak melawanan, sebab istri Medi sudah mengetahui dampak yang dilakukan suaminya. “Istri Medi sudah memperingatkan berkali-kali agar tidak mengkonsumsi sabu-sabu lagi, tapi Medi masih nekat dan melayani pesanan dengan alasan tidak mempunyai penghasilan,” katanya.



Akhirnya, saat digrebek di tempat kosnya, berhasil diamankan barang bukti berupa sebuah telepon seluler (Ponsel), sebuah gunting, 4 buah korek api, sebuah potongan sedotan , satu paket plastik klip, sebuah timbangan elektrik dan 1,76 sabu-sabu.

Dari barang bukti, Medi mengakui bahwa mendapatkan barang terlarang berupa sabu dari daerah Bangkalan, Pulau Madura. “Dari jembatan Madura sudah dipandu oleh orang yang tidak saya kenal untuk mengambil sabu-sabu. Dari Bangkalan seharga Rp 1,1 juta/gram, dijual ke Tuban 1,4 juta/gram. Sebab ada biaya kirim ke Tuban,” kata Medi, yang mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi karena anaknya masih usaia 5 tahun dan 3 tahun.

Medi yang lengan tangan dan kaki penuh tato itu mengaku bahwa istrinya sudah sering meringatkan agar tidak mengkonsumsi sabu-sabu lagi, tapi peringatan itu tidak dihiraukan, alasannya tidak mempunyai pekerjaan dan pendapatan yang jelas. 

“Dulu rencana saat keluar dari penjara mau tobat tidak mendekati sabu-sabu lagi.Ternyata setelah keluar sulit mencarai pekerjaan. Kerja tukang batu saja sudah, akhirnya mau melayani pemesanan sabu-sabu. Sudah lima kali mengirimkan pesanan sabu,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, Medi dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 112 Ayat (1) Undang- undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, serta denda paling banyak Rp 8 miliar. Pasal yang menjual obat-obatan terlarang jenis narkotika yaitu Pasal 114 Ayat (1) Undang- undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Petrokimia Bangun Tiga Laboratorium Pupuk

Petrokimia Bangun Tiga Laboratorium Pupuk
Petrokimia Bangun Tiga Laboratorium Pupuk
BGC - Hot News Jum'at, 07 Agustus 2015 adalah tentang Petrokimia Bangun Tiga Laboratorium Pupuk, simak berita selengkapnya berikut ini:

Menghadapi era persaingan bebas, manajeman PT Petrokimia Gresik (PG) terus berbenah. Salah satunya dengan membangun lima sarana dan fasilitas pendukungan kegiatan riset. Kelima sarana baru itu, adalah Laboratorium Bioproses, Laboratorium Formulasi Pupuk, Laboratorium Kultur In-Vitro, Petromart dan Mobil Uji Tanah.

Semua prasarana tersebut, pengoperasiannya diresmikan bersamaan pembukaan Petro Agrifood Expo (PAE) ke 13, di halaman Kebun Percobaan (Buncop) PG, Jumat (7 Agustus 2015). Direktur Utama PT PG Hidayat Nyakman mengatakan, Lab Bioproses untuk mendukung pengembangan produk berbasis hayati daik dalam bentuk pupuk, maupun probiotik.

Lab Formulasi Pupuk sarana menciptakan beberapa formulasi pupuk an-organik spesifik lokasi dan spesifik komoditi. Sedangkan Lab Kultut In-Vitro sarana mengembangkan dan memperbanyak bibit tanaman secara non konvensional.

"Sedangkan Petromart, adalah minimarket yang khusus menjual produk hasil riset PG dan komunitas pertanian hasil buncop PG. Kalau mobil uji tanah, adalah sarana menguji tingkat kesuburan tanah yang bisa dilakukan di dalam mobil," ujar Hidayat Nyakman.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Adi Agus Santoso)

Editor: Tim Redaksi

Rabu, 05 Agustus 2015

Anggota FKPPI Gresik Wajib Tes Urine

Anggota FKPPI Gresik Wajib Tes Urine
Anggota FKPPI Gresik Wajib Tes Urine
BGC - Hot News Rabu, 05 Agustus 2015 adalah tentang Anggota FKPPI Gresik Wajib Tes Urine, simak berita selengkapnya berikut ini:

Sebanyak 1.025 anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kabupaten Gresik berkumpul di Alun-alun Gresik, Rabu (5 Agustus 2015). Mereka bertekad meningkatkan dan menanamkan nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ini konsolidasi anak muda untuk meningatkan kembali wawasan kepemudaan dan memperkuat kesatuan NKRI dengan Ideologi Pancasila serta tetap menjunjung tinggi Bhinika tunggal ika,” kata Ketua Gerakan Muda Forum Komunikasi Pemuda Pemudi Indonesia (GM FKPPI) Daerah VIII Jawa Timur Agus Soerjanto usai apel FKPPI Cabang 1317 Kabupaten Gresik.

Menurut Agus, peranan pemuda dalam menjaga kesatuan dan kesatuan harus sangat kuat sehingga tidak menimbulkan perpecahan dan konflik di tiap-tiap daerah.

“Adanya perpecahan keagamaan, kami sangat menyayangkan. Kami FKPPI langsung koordinasi dengan Pemerintah Daerah, bersama tokoh-tokoh masyarakat,TNI dan Polri untuk menegakkan kembali kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia,” katanya.

Sedang Ketua FKPPI Kabupaten Gresik Yetty Sri Suparyati menegaskan bahwa setiap anggota FKPPI selalu diberi bekal dan wawasan kebangsaan yang cukup kuat. FKPPI juga harus berperan dalam pembangunan dan keamanan Pemerintah Daerah.

“Anggota FKPPI sudah tidak lagi membahas NKRI. NKRI sudah harga mati, sudah tidak usah dibahas dan diperdepatkan kembali. Pancasila juga tidak perlu dikoreksi. Itu sudah harga mati," ujarnya.
Yetty menambahkan, untuk menjadi anggota FKPPI harus dilakukan tes urine sehingga bisa diketahui calon anggota ini terjangkit obat-obat terlarang atau tidak.

“Anggota selalu diberi pembinaan. Setiap penerimaan anggota selalu dilakukan tes urine,” kata Yetty didampingi Ketua GM FKPPI Kabupaten Gresik Imam.

Sedang Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, mengharapkan pemuda-pemudi di FKPPI ikut menjadikan Gresik lebih baik dan maju.

“Kalau bisa inovasi dan kreasi FKPPI Gresik ini menjadi contoh bagi Kabupaten lain,” kata Sambari.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

JATIM Urutan Ke-7 Kekerasan Anak

JATIM Urutan Ke-7 Kekerasan Anak
JATIM Urutan Ke-7 Kekerasan Anak
BGC - Hot News Selasa, 04 Agustus 2015 adalah tentang JATIM Urutan Ke-7 Kekerasan Anak, simak berita selengkapnya berikut ini:

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait mengatakan Jawa Timur dalam urutan ke -7 se- Indonesia dalam kasus kekerasan terhadap anak. Diharapkan ada tim reaksi cepat di masing-masing rukun tetangga (RT) yang terdiri dari karang taruna, PKK, dan Babinkamtibmas yang peduli kasus ini.

Arist menyebut dalam satu bulan Juli kemarin, di Jatim itu ada empat kasus kekerasan terhadap anak dengan jumlah korban 27 anak.

"Yang terbesar kasus pemerkosaan, seperti di Malang 4 anak, di Kediri 17 anak, Sidoarjo dan Gresik totalnya mencapai 27 lebih," ungkapnya.

"Jadi Jawa Timur ini peringkat 7 se-Indonesia,” imbuh Arist, saat meninjau Alifah 6 Th yang dianiaya bibinya Siti Masturah Ulfa 40 Th, Selasa (4 Agustus 2015).

Dalam kasus tersebut diperlukan tim reaksi cepat yang berada di tiap-tiap rukun tetangga (RT).

“Bagaimana memutus mata rantai kekerasan terhadap anak. Pencegahannya dengan memanfaatkan Polisi Masyarakat (Polmas) untuk membentuk tim reaksi cepat, yang terdiri dari karang taruna, hansip, PKK dan Polmas," lanjut Arist.

Kemudian dikoordinasi dengan Ketua RT dan masyarakat setempat, sehingga jika ada anak yang dianiaya anggota keluarga bisa langsung ditangani dengan dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dengan tingginya kasus kekerasan terhadap anak, diperlukan kesadaran orang tua dalam mendidik anak. Misalnya, anak itu nakal ya memang dunianya seperti itu.

“Manja dan minta diperhatian. Wajar jika anak harus nakal karena kurang perhatian orang tua. Oleh karena itu, kedatangan saya ke sini untuk memberikan suport supaya Kabupaten Gresik bebas dari kekerasan anak,” katanya.

Arist juga menegaskan bahwa bagi orang tua yang menganiaya dan menelantarkan anak jika barang buktinya cukup bisa dibawa ke ranah hukum.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi

Selasa, 04 Agustus 2015

200 PNS Pemkab Gresik Pensiun Jelang Pilkada

200 PNS Pemkab Gresik Pensiun Jelang Pilkada
Ilustrasi: 200 PNS Pemkab Gresik Pensiun Jelang Pilkada
BGC - Hot News Selasa, 04 Agustus 2015 adalah tentang 200 PNS Pemkab Gresik Pensiun Jelang Pilkada, simak berita selengkapnya berikut ini:

Menjelang pelaksanaan Pilkada Gresik Desember 2015, sebanyak 200 PNS di lingkungan Pemkab Gresik bakal pensiun. Salah satu yang pensiun di tahun 2015 adalah Sekretaris Daerah Pemkab Gresik Drs M Nakjib MSi.

Sedangkan selama tahun 2016, yang bakal pensiun sebanyak 180 (PNS) terbanyak dari tenaga fungsional sebanyak 168 orang sisanya adalah dari unsur struktural 12 orang. Dua di antaranya adalah pejabat eselon II yaitu, Kepala Dinas Kesehatan dr Sugeng dan Kepala Bapelu Drs Labat.

Agar para pensiunan PNS ini nantinya tidak nganggur, Pemkab Gresik memberikan bimbingan untuk berwirausaha selama tiga hari di Ruang Mandala Bakti Praja kantor Bupati Gresik, Selasa (4 Agustus 2015).

”Kalau mereka sudah dilatih kewirausahaan lalu gak punya modal, terus kapan bisa memulai berwirausaha? Sebaiknya kalau mengadakan pelatihan semacam ini dengan mengikutsertakan perbankan atau setidaknya Baznas, yang saat ini juga telah banyak menyalurkan dana,” ujar Bupati Sambari saat membuka bimtek khusus calon pensiunan tersebut.

Sementara Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim mengingatkan agar semakin tua dimana waktu semakin luang, agar lebih banyak berdoa dan berzikir.

“Kita harus lebih meningkatkan kwalitas ibadah, lebih banyak mengisi waktu dengan beribadah. Kita wajib mensyukuri karena dalam usia yang kita miliki, masih diberi kemampuan meski semakin berkurang,” tambah Qosim.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Adi Agus Santoso)

Editor: Tim Redaksi

DPRD Sorong Papua Ingin Menjalin Kerjasama Dengan Bupati Gresik

DPRD Sorong Papua Ingin Menjalin Kerjasama Dengan Bupati Gresik
DPRD Sorong Papua Ingin Menjalin Kerjasama Dengan Bupati Gresik
BGC - Hot News Selasa, 04 Agustus 2015 adalah tentang DPRD Sorong Papua Ingin Menjalin Kerjasama Dengan Bupati Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

DPRD Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat mengaku tertarik dengan kerajinan rakyat Kabupaten Gresik. dan ingin menjalin kerjasama karena Sorong memiliki bahan bakunya.

"Karena wilayah kami sangat kaya akan bahan baku yang dibutuhkan kerajinan rakyat Gresik,” kata Slamet Suryadi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sorong saat di Ruang Graita Eka Praja Pemkab Gresik, Selasa (4 Agustus 2015) siang.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sorong, Arnold Lemauk mengaku datang ke Gresik bersama 12 orang anggota dewan serta beberapa pejabat Sekretariat DPRD untuk belajar bidang kesehatan, pendidikan dan pendapatan daerah.

Salah satu masalah yang menarik perhatian adalah kemampuan Pemkab Gresik membangun Rumah Sakit Umum Ibnu Sina hingga lima lantai. ”Kami sulit membangun gedung-gedung karena harga bahan bangunan di sana sangat mahal,” keluhnya.

Asisten I Pemkab Gresik, Tursilowanto Hariogi yang menerima rombongan mengatakan, keinginan DPRD Sorong untuk menjalin kerjasama dalam bidang kerajinan rakyat, sangat menguntungkan.

“Selanjutnya perlu ada pertemuan yang lebih kongkrit antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan antar kedua kabupaten,” ujar Tursilo.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Adi Agus Santoso)

Editor: Tim Redaksi

Komisi Nasional Perlindungan Anak Kunjungi Alifah

Komisi Nasional Perlindungan Anak Kunjungi Alifah
Ilustrasi: Komisi Nasional Perlindungan Anak Kunjungi Alifah
BGC - Hot News Selasa, 04 Agustus 2015 adalah tentang Komisi Nasional Perlindungan Anak Kunjungi Alifah, simak berita selengkapnya berikut ini:

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait datang ke Polres Gresik Jl Basuki Rahmat, untuk melihat langsung Alifah 6 Th, anak yang dianiaya bibinya, Siti Masturah Ulfa 40 Th, warga Perumahan Sumput Asri, Dusun Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Selasa (4 Agustus 2015).

Arist langsung duduk berdampingan dengan Alifah dan bercanda tawa didampingi Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo bersama istri Ny Windy Lukitasari Ady Wibowo. "Mbak Alifah bisa buka sendiri hadiahnya," kata Arist sambil memberikan bingkisan yang sudah disiapkan.

Selama bincang-bincang dan duduk di samping Ketua Komnas Anak, Alifah tidak merasa takut dan ragu. Beberapa kali diminta menunjukkan kutek kukunya dan diminta senyum, dan langsung dilaksanakan oleh Alifah.

Kunjungan Komnas Anak ke Polres Gresik tidak hanya melihat langsung keberadaan Alifah tapi juga memberikan penghargaan kepada Bhayangkari Polres Gresik yang telah tanggap dan peduli terhadap penyelamatan anak.

Arist Merdeka Sirait memberikan piagam kepada Ketua Bhayangkari Polres Gresik Ny Windy Lukitasari Ady Wibowo. "Ini sebagai bentuk kepedulian Polres Gresik, terutama Bhayangkari dalam melindungi dan peduli terhadap anak," katanya.

Menurut Arist, kondisi fisik Alifah sudah membaik. "Jika melihat foto di media sebelumnya, Alifah terlihat lebam-lebam. Sekarang ketika dilihat langsung wajahnya sudah bersih dan ceria. Ini berkat perawatan yang baik oleh Polres Gresik," katanya.

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)

Editor: Tim Redaksi