Sabtu, 31 Januari 2015

Hot News: DBD Kembali Menyerang Warga Gresik

BGC Hot News
DBD Kembali Menyerang Warga Gresik
BGC - Lambannya penanganan masalah demam berdarah (DBD) di desa Wonekerto kecamatan Dukun berakibat pada bertambahnya warga yang terkena DBD. Kini sudah 11 warga yang terkena DBD. Sebelumnya pasien DBD bernama Ganas Vijasy Muhammad Aslam Bech Irsyad (9 tahun) akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di Rumah sakit Semen Gresik, pasien sempat dirawat selama 3 hari.

“Penderita kini menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit”.Kata Imron pamong Desa Wonokerto.

Ditambahkan Imron warga Desa yang positif DBD saat ini adalah Sena Kogam Muhammad vivananda Irsyad (18 tahun), Moh.Noviantoro (11 tahun), Firza(3 tahun), Farah Dilla (4 tahun), Sayid Muhammad Kent agazade Irsyad(8 tahun), Ilma Riza Ahmada (15 tahun), Ihda Hana Qolbiyah (6 tahun), Nur Khaidatul Ilmiyah Alhijjah (3 tahun), Aini Aditya Irwansyah (9 tahun), Jaeunetta Dewi Arum (5 tahun), Sandy Fakhrizal Maulana (4 tahun), Moh.Farel Ikbal maulana (3 tahun). Dan masih ada indikasi untuk bertambah terkait dengan kondisi januari sebagai puncak musim hujan.“Ujar Imron.

Untuk mengantisipasi semakin bertambahnya kasus demam berdarah, petugas puskesmas Kecamatan Dukun terus berupaya memberantas sarang nyamuk dan pemfoggingan khususnya ditempat terjadinya kasus.

“Kami meminta agar secepatnya ada tindakan nyata dari pemerintah agar kasus DBD di Desa Wonokerto cepat diselesaikan biar tidak menular ke Desa lain.Karena dari pihak Desa belum ada respon positif terpaksa lembaga kami Bumi Aswaja pake fogging dengan swadaya.”Tegas Irsyadul Ibad Direktur Lembaga Bumi Aswaja kepada Kabargresik.com (29/1).

Hal yang sama ditegaskan petugas Puskesmas Kecamatan Dukun Moh.Nafiri menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta mencegah semakin mewabahnya kasus demam berdarah, dengan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggalnya masing-masing.Dia menyebutkan jika puskesmas Kecamatan Dukun sudah siap jika ada Permintaan dari desa untuk fogging tapi,harus ada surat resmi dan kasus terjadinya DBD di Desa.


Sumber: Gresik Kabar Baru (Syafik)
Editor: Tim Redaksi 


Jumat, 30 Januari 2015

Bahaya Obat Nyamuk Di Indonesia

BGC Hot News
Bahaya Obat Nyamuk Di Indonesia
BGC - Buat pengetahuan seluruh warga Indonesia terutama warga GRESIK










Dari si penulis yang kerja di Baygon.
Mudah2an artikel dibawah ini bisa bermanfaat..

Agak ragu saya menulis artikel ini karena menyangkut
pekerjaan yang saya geluti. Tapi sebagai orang yang sedikit banyak
tahu saya merasa berdosa bila tidak menyampaikannya. Silakan di
forward bila perlu...

Seberapa sering anda memakai obat nyamuk? Apa mereknya? Apa
jenisnya? Ampuhkah? Berapa harganya?

Itulah pertanyaan yang sering mucul tentang obat nyamuk.
Tapi, berapa banyak yang bertanya: AMANKAH?

Saya harus bilang bahwa saat ini boleh dibilang tidak ada satu pun
obat nyamuk di Indonesia yang benar2 ampuh dan AMAN.

Prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika menggunakan obat
nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu RACUN, dan tidak ada racun
yang benar2 aman.

Saya sedih melihat iklan2 di TV dan media lain yang menyesatkan. Tahu
iklan Baygon terbaru tentang Baygon biru yang tidak bikin batuk or
wanginya segar? Itu iklan yang keterlaluan dan sangat menyesatkan,
karena seolah2 dengan menggunakan Baygon biru kita boleh tetap berada
di ruangan saat penyemprotan terjadi. Saya sudah protes Intern tapi
tidak serius ditanggapi.

Baygon mengandung 2 racun utama, yaitu Propoxur dan transfluthrin.
Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya, MIC, pernah
menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu
orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang
penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat
karsinogenik. Sedangkan transfluthrin relatif aman hingga saat ini.

Saya pernah kerja di pabrik propoxur for more than 1.5 years so I know
much about this. Saya juga pernah "mabuk" propoxur karena
menyentuhnya dengan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan... 7
hari panas dingin gak keruan.

Kalau yang lain bagaimana? HIT yang promosinya sebagai obat nyamuk
ampuh dan murah memang benar, bahkan sedikit lebih ampuh dari Baygon,
tapi sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur, tapi
juga DDVP atau dichlorvos-zat turunan chlorine yang sejak puluhan
tahun dilarang penggunaannya di dunia. Murah tapi berbahaya. Pilih
mana?

Sedangkan obat nyamuk lain seperti Baygon tutup hijau, Vape, Raid dan
Mortein memang non-propoxur dan non-DDVP, tapi keampuhannya sangat
diragukan. Mereka hanya efektif melawan nyamuk Aedes, tapi berantakan
saat melawan nyamuk Culex sp (ini nyamuk malam yang sering gangguin
kita).

Wangi pada obat nyamuk aerosol maupun semprot semestinya justru
menjadi indikasi bahwa kita tidak boleh berada di ruangan tsb selama
bau masih tercium, kurang lebih selama 1 jam.....

Obat nyamuk tipe lain bagaimana? Sama saja.

Obat nyamuk bakar jelas menghasilkan asap dan racun, jenis electrik
pun tetap menghasilkan racun (HIT bahkan menggunakan propoxur untuk
obat nyamuk elektriknya) . Penggunanaan obat nyamuk dengan cara
dibakar atau dengan listrik harus dalam ruangan dengan sirkulasi udara
yang baik, tidak boleh dalam ruangan tertutup karena racun dan asap
yang dihasilkan akan mengurangi proporsi kandungan oksigen dalam
ruangan.

Kalau reppelent atau penolak nyamuk seperti Autan, Sari Puspa/Soffell,
atau Lavender gimana? For your info: Ketiganya mengandung racun
bernama Diethyltoluamide atau DEET. DEET ini sangat korosif, Autan
tidak dapat disimpan dalam wadah plastik PVC atau besi karena dalam
hitungan minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan bila itu kena
kulit kita?

Jadi, sekali lagi telah terjadi pembohongan publik lewat iklan anti
nyamuk yang lembut bagi kulit. Mana mungkin zat yang jelas2 merusak
kulit dapat merawat kulit. Bahkan setelah ditambahi embel2
menggunakan Aloe Vera atau zat pelembab lain, tetap saja berbahaya.
Jangan gunakan pada kulit yang sensitif atau anak di bawah usia 2
tahun..

Jadi, gimana? Back to nature, kalau malam pakai kelambu.
Kalau siang pakai tangan or raket listrik. Obat nyamuk hanya
digunakan bila gangguan memang sudah tak terkendali atau melebihi
batas toleransi dan GUNAKAN DENGAN CARA YANG AMAN...

Jangan pernah berfikir racun itu aman..... Beberapa memang ampuh. Tapi
tak ada yang benar2 aman... Pilihlah yang efek racunnya paling kecil.
Jika sekadar untuk mengendalikan (bukan membasmi, sebab kalau nyamuk
habis, maka selesai pulalah pekerjaan orang2 seperti saya) nyamuk,
maka pilihan terbaik adalah Baygon Tutup hijau (racunnya transfluthrin
dan Cyfluthrin) Vape or Mortein.

Kalau perlu mengendalikan kecoa, maka Baygon selain tutup hijau dan
Mortein adalah pilihan terbaik.

Kalau obat nyamuk bakar sih hampir sama semua...

Obat nyamuk elektrik pilihannya ada pada Baygon or Vape.

Sedangkan lotion penolak nyamuk antara Sari Puspa or Autan (kandungan
DEET 13 dan 12.5, sedangkan Lavender hingga 15).

Semuanya terserah anda.

Sumber : Kaskus
Editor: Tim Redaksi


Hot News: Camat Diduga Menutupi Aksi Korupsi Dana Hibah DiBawean


BGC Hot News
Camat Diduga Menutupi Penyelewengan Dana Hibah
BGC - Mencuatnya kasus dugaan korupsi dana hibah di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik, menarik perhatian banyak pihak. Tak terkecuali pejabat Kecamatan seperti Kepala Camat Tambak, S. Gatot Subroto yang turun langsung ke lokasi untuk mengetahui kebenaran kasus tersebut.

Dilansir dari Media Bawean, Gatot didampingi Tamyiz, Kepala Desa Kepuh Teluk langsung memantau lokasi proyek PJRB yang tengah dikerjakan. Gatot mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari santernya pemberitaan di media. Sehingga hal ini (pemberitaan yang santer) seakan memaksa dirinya untuk turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan proyek. Sesaat setelah melakukan pantauan di lokasi, menurut Gatot, 2 proyek yang diperoleh dari dana hibah Pemprov Jatim yang diduga bermasalah itu dalam tahap penyelesaian.

"Untuk penyelesaian proyek akan selalu dipantau terus sampai 100 persen selesai," ujarnya Rabu (28 Januari 2015) lalu. Anehnya, sikap Gatot seolah-olah melindungi kebobrokan yang dilakukan Kepala Desa Kepuh Teluk. Sementara fakta sebagaimana surat teguran Pemprov Jatim, bukti kongkrit secara kasat mata jika Tamyiz selaku penanggungjawab, dalam hal ini jelas melanggar hukum.

 
Meski Tamyiz melakukan pelanggaran hukum, Gatot terkesan melindungi Kepala Desa Kepuh Teluk yang di bawah koordinat Kecamatan Tambak yang dipimpinnya. Bukan menegurnya, justru sebaliknya, Gatot malah cendrung membela Tamyiz. Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang diterima Gatot, alasan keterlambatan pembangunan PJRB itu karena lamanya pembebasan lahan untuk pembangunan proyek. Selain itu juga faktor cuaca.

Gatot mengaku tidak mengetahui adanya proyek bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena tidak ada laporan ke kantor kecamatan. "Tidak ada laporan ke kantor kecamatan bila ada proyek dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, artinya aliran dana langsung masuk kepada pelaksana di desa," katanya. "Jika ada pemberitahuan, pasti pelaksanaan proyek tersebut akan dipantau terus mulai awal sampai selesai pembangunan," tandasnya.

Berita Gresik Terbaru Bisa dilihat Disini : GRESIK

Sumber: Realita.co (Fik)
Editor: Tim Redaksi   

Rabu, 28 Januari 2015

Hot News: Pemerintah Kabupaten Gresik Kesulitan Normalisasi Kali Lamong

BGC Hot News
Suasana Banjir Akibat Meluapnya Kali Lamong
BGC - Sekiranya kapan Gresik bebas banjir meskipun banyak pembenahan tapi ujung-ujungnya juga masih banjir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab Gresik) mengaku kesulitan untuk pembebasan lahan di bantaran Kali Lamong yang menjadi langganan banjir setiap tahun, Rabu (28 Januari 2015).

"Kebanyakan lahan yang akan dibebaskan sudah dikuasai spekulan sehingga harganya sangat tinggi," kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menemui rombongan Legislatif Kota Surabaya dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha.

Upaya lain yang sudah dilakukan Pemkab Gresik untuk menanggulangi banjir Kali Lamong yaitu membangun tanggul di beberapa Desa yang sudah bersedia. "Untuk banjir di wilayah selatan yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Lamong, Pemkab Gresik sudah membangun tanggul mulai dari Desa Morowudi, Cermekidul, Cermelor, Tambakberas dan Desa Jono," imbuhnya.

Diakui oleh Sambari, banyaknya kendala dalam pembangunan tanggul diantaranya pembebasan lahan. Sampai saat ini warga di bantaran Kali Lamong masih menjadi langganan banjir setiap tahun sebab pelebaran dan pendalaman Kali Lamong selalu gagal.

Berita Gresik Terbaru Bisa dilihat Disini : GRESIK

Sumber: Surya (Sugiyono)
Editor: Tim Redaksi